PERKEMBANGAN PEMAKAIAN
STATISTIKA
Sebagai sesuatu yang
berkenaan dengan data numerikal, sebenarnya statistika sudah banyak digunakan
oleh banyak negara, misalnya untuk mendaftar jumlah penduduk, perpajakan,
pencatatan personel militer, dan lain sebagainya.
Dengan semakin
berkembangnya jaman, dewasa ini penggunaan statistika sudah semakin meluas di
berbagai bidang kegiatan. Statistika tidak lagi hanya digunakan untuk
kepentingan pemerintahan saja melainkan meluas sampai pada bidang bisnis,
ekonomi, kedokteran, pendidikan, dan lain sebagainya.
Di dunia bisnis dan
ekonormi, masalah ketidakpastian merupakan masalah yang senantiasa dihadapi
oleh para pelaku bisnis dan ekonomi, seperti; memilih satu atau sejumlah saham
yang ditawarkan di bursa saham; memprediksi volume dan nilai penjualan untuk
periode yang akan datang; menilai kelayakan suatu usulan investasi dan lain
sebagainya. Berikut ini disajikan dua contoh tentang penggunaan statistika di
bidang bisnis dan ekonomi.
Contoh 1:
Sampai akhir dekade
sembilanpuluhan, perkembangan pasar modal di Indonesia sudah dernikian
pesatnya. Perusahaan-perusahaan yang go public sudah dernikian
banyaknya. Sampai bulan Juli 1993, jumlah perusahaan yang telah go public
sudah mencapai 204 perusahaan dengan jumlah dana Rpl6.765.913 juta, terbagi
atas saham (168 perusahaan dengan nilai RpRp11.854.162 juta) dan obligasi (36
perusahaan dengan nilai Rp4.911.751 juta).
Hampir setiap edisi, beberapa media
cetak utama mempublikasikan prospektus sebuah perusahaan yang go public.
Pempublikasiannya, seringkali disertai dengan informasi-informasi numerikal
tentang perusahaan bersangkutan, misalnya, pangsa pasar yang dikuasainya,
perkembangan volume dan nilai penjualan, perkembangan kapasitas produksi,
prospek nilai penjualan di masa yang akan datang, dan lain sebagainya. Dalam
hal ini, calon investor hams pandai-pandai menganalisis informasi yang
disajikan dalam prospektus tersebut. Tidak cukup hanya dengan informasi yang
tersedia saja, calon investor pun harus dapat menggali informasi lain yang
tidak disediak~n oleh prospektus tersebut.
Contoh 2:
Sudah selayaknya
bahwa setiap perusahaan hams dapat menyusun anggarannya untuk setiap tahunnya,
kendati dalam praktik masih banyak perusahaan-perusahaan yang belum membuat
anggarannya. Menyusun anggaran sebenarnya berarti menetapkan sesuatu yang belum
terjadi. Berapa volume dan nilai penjualan untuk periode yang akan datang;
berapa volume produksi untuk periode yang akan datang; berapa rupiah yang hams
dikeluarkan untuk pembelian bahan baku, membayar tenaga kerja, biaya overhead
pabrik, merupakan pertanyaan-pertanyaan yang hams dapat dijawab dalam
bentukanggaran. Pimpinan perusahaan tidak dapat begitu saja dalam menjawab
pertanyaan di atas.
Misalnya, menetapkan volume penjualan, pimpinan perusahaan
harus mengkaitkannya dengan pola penjualan periode-periode yang lalu;
mengkaitkannya dengan kekuatan pesaing; mengkaitkan dengan perkembangan
permintaan; mengkaitkan berbagai faktor yang dapat mempengamhi volume penjualan
baik secara langsung maupun tidak. Di sini, statistika dapat digunakan untuk membantu pimpinan perusahaan dalam
mengambil keputusan, misalnya dengan menggunakan analisis puntut waktu dan
analisis regresi-korelasi. Apakah statistika merupakan alat bantu yang demikian
penting sehingga tanpanya, keputusan yang dibuat tidak akan mencapai basil yang
optimal? Tidak. Kadang-kadang hal-hal yang berkaitan dengan seni yang tentu
saja tidak dapat dikuantifisir, dapat berpengaruh dalam proses pengambilan
keputusan.
STATISTIKA DESKRIPTIP DAN STATISTIKA INFERENSIAL
Statistika dibedakan
menjadi dua bagian, yaitu statistika deskriptip dan statistika inferensial.Statistika deskriptip adalah serangkaian teknik
yang meliputi teknik pengumpulan, penyajian, dan peringkasan data.
Statistika inferensial adalah
serangkaian teknik yang digunakan untuk mengkaji, menaksir dan mengambil kesimpulan sebagian data (data sampel) yang dipilih secara acak dari seluruh
data yang menjadi subyek kajian (populasi).
Contoh:
Selama ini, PT Mataram Kencana senantiasa
menggunakan jasa Fa. Asia Ray a untuk mengirim produk-produk yang
dihasilkannya. Beberapa waktu yang lalu, bagian pengiriman PT Mataram Kencana
mendapat tawaran kerjasama dari sebuah perusahaan pengiriman, Fa. Asia Raya.
Pimpinan Fa. Asia Raya menjanjikan bahwa tingkat kerusakan yang mungkin terjadi
hanya sebesar 5% atau kurang. Dari pengiriman percobaan sebanyak 25% dari
seluruh barang yang dikirim, temyata tingkat kerusakan yang terjadi sebanyak
6%.
Tidakjarang bahwa suatu kesimpulan yang menyangkut
suatu keadaan sejumlah subyek harus dibuat hanya mendasarkan pada informasi
yang dimiliki sebagian dari seluruh subyek yang menjadi kajian. Dari contoh di
atas, pimpinan PT Mataram Kencana harus dapat membuat keputusan- menerima
tawaran itu atau tidak- hanya dengan berlandaskan pada informasi sejumlah kecil
barang yang dikirim.
Sumber : seri diktat kuliah,statistika 1,gunadarma.