Optimalisasi
Kerusakan Pada Firewall Komputer Berskala Luas
Anggota kelompok :
Dimas Luhur Aji N. ( 27115712 )
Febriyanto ( 22115597 )
Ilham Hafizh Wanditama ( 23115278 )
Zen Aulia Hendrawan ( 27115400 )
Metode yang akan digunakan yaitu mengetahui resiko
yang mungkin timbul dari resiko keamanan informasi.
Analisa dan
Pembahasan
Aset
informasi (hardware, software, sistem,informasi dan manusia) merupakan aset
yang penting bagi suatu organisasi yang perlu dilindungi dari risiko
keamanannya baik daripihak luar dan dalam organisasi. Dimana keamanan informasi
tidak bisa hanya disandarkan pada toolsatau teknologi keamanan informasi,
melainkan perlu adanya pemahaman dari organisasi tentang apa yang harus dilindungi
dan menentukan secara tepat solusi yang dapat menangani permasalahan kebutuhan
keamanan informasi). Untuk itu butuh pengelolaan keamanan informasi yang
sistemik dan komprehensif. Untuk mengelola risiko keamanan. informasi adalah
mengenali apakah risiko organisasi yang menerapkannya. Setelah risiko
diidentifikasi, organisasi dapat membuat rencana penanggulangan dan mengurangi
risiko terhadap masing-masing risiko yang telah diketahui.
Tahap-tahap yang perlu dilakukan:
1.
Tahap I
Membangun Aset Berbasis Ancaman Profil : Pada metode ini sumber-sumber ancaman
terhadap aset-aset informasi dalam 4 sumber yakni :
v Tindakan
sengaja oleh manusia (Deliberate Action by People) baik dari dalam (inside)
maupun dari luar (outside).
v Tindakan
tidak sengaja oleh manusia (Accidental Action by people) baik dari dalam
(inside) maupun dari luar (outside)
v Sistem yang
bermasalah (systems ploblem) meliputi hardware dan software yang cacat, kode
berbahaya (virus worm, trojan, back door).
Masalah-masalah lain (other problems)
seperti padamnya arus listrik, ancaman bencana alam, ancaman lingkungan,
gangguan telekomunikasi.
2. Tahap II
Identifikasi Infrastruktur Vulnerabilities : Tahap kedua melakukan evaluasi
kelemahan (vulnerability) terhadap jaringan infrastruktur komputasi yang
digunakan oleh organisasi. Dilakukan dengan cara menseleksi komponen-komponen
penting yang dapat mempengaruhi kinerja jaringan sistem komputer.
3. Tahap III
Mengembangkan Strategi Keamanan dan Perencanaannya : Dari tahap I dan II diperoleh
profil ancaman dan kelemahan infrastruktur sistem jaringan informasi. Pada
tahap III di tindak lanjuti dengan merangkum kegiatan sebelumnya menjadi bentuk
profil risiko dengan tingkat ukuran risiko (secara kualitatif) yang dikaitkan
dengan dampaknya bagi perusahaan serta rencana mitigasi risiko.Pada level
pengukuran resiko ditentukan secara subyektifitas asumsi yang dimilki
organisasi terhadap level risiko.
Manfaat :
·
kita dapat mengoptimalkan firewall kita secara
signifikan
·
dapat mengetahui ancaman apa saja yang akan terjadi
pada firewall kita
·
kita merasa lebih aman karena firewall bekerja secara
optimal
Keunggulan :
Metode merupakan metode sangat
sederhana yang dirancang untuk memberikan ringkasan yang luas tentang resiko
keamanan komputer dan sistem informasi. Metode ini memberikan panduan secara
sistemik dan komprehensif dalam manajemen risiko keamanan informasi.
Kekurangan :
Metode ini lebih menekankan
pengelolaan resiko berbasis ancaman (threat) dan kelemahan (vulnerability)
terhadap aset-aset informasi organisasi meliputi perangkat keras, lunak,
sistem, informasi dan manusia.
DAFTAR
PUSTAKA
- · Optimalisasi Jaringan komputer berskala luas (https://www.scribd.com/document/105886234/Optimalisasi-Firewall-Pada-Jaringan-Skala-Luas )
