Pages

Sunday, November 19, 2017

Tugas Manajemen Proyek Dan Resiko




Optimalisasi Kerusakan Pada Firewall Komputer Berskala Luas












Anggota kelompok          : Dimas Luhur Aji N.                ( 27115712 )
                                           Febriyanto                              ( 22115597 )
                                           Ilham Hafizh Wanditama        ( 23115278 )
                                           Zen Aulia Hendrawan            ( 27115400 )







Metode yang akan digunakan yaitu mengetahui resiko yang mungkin timbul dari resiko keamanan informasi.
Analisa dan Pembahasan
Aset informasi (hardware, software, sistem,informasi dan manusia) merupakan aset yang penting bagi suatu organisasi yang perlu dilindungi dari risiko keamanannya baik daripihak luar dan dalam organisasi. Dimana keamanan informasi tidak bisa hanya disandarkan pada toolsatau teknologi keamanan informasi, melainkan perlu adanya pemahaman dari organisasi tentang apa yang harus dilindungi dan menentukan secara tepat solusi yang dapat menangani permasalahan kebutuhan keamanan informasi). Untuk itu butuh pengelolaan keamanan informasi yang sistemik dan komprehensif. Untuk mengelola risiko keamanan. informasi adalah mengenali apakah risiko organisasi yang menerapkannya. Setelah risiko diidentifikasi, organisasi dapat membuat rencana penanggulangan dan mengurangi risiko terhadap masing-masing risiko yang telah diketahui.

Tahap-tahap yang perlu dilakukan:
1.   Tahap I Membangun Aset Berbasis Ancaman Profil : Pada metode ini sumber-sumber ancaman terhadap aset-aset informasi dalam 4 sumber yakni :


v  Tindakan sengaja oleh manusia (Deliberate Action by People) baik dari dalam (inside) maupun dari luar (outside).
v  Tindakan tidak sengaja oleh manusia (Accidental Action by people) baik dari dalam (inside) maupun dari luar (outside)
v  Sistem yang bermasalah (systems ploblem) meliputi hardware dan software yang cacat, kode berbahaya (virus worm, trojan, back door).

Masalah-masalah lain (other problems) seperti padamnya arus listrik, ancaman bencana alam, ancaman lingkungan, gangguan telekomunikasi.

2.    Tahap II Identifikasi Infrastruktur Vulnerabilities : Tahap kedua melakukan evaluasi kelemahan (vulnerability) terhadap jaringan infrastruktur komputasi yang digunakan oleh organisasi. Dilakukan dengan cara menseleksi komponen-komponen penting yang dapat mempengaruhi kinerja jaringan sistem komputer.

3.    Tahap III Mengembangkan Strategi Keamanan dan Perencanaannya : Dari tahap I dan II diperoleh profil ancaman dan kelemahan infrastruktur sistem jaringan informasi. Pada tahap III di tindak lanjuti dengan merangkum kegiatan sebelumnya menjadi bentuk profil risiko dengan tingkat ukuran risiko (secara kualitatif) yang dikaitkan dengan dampaknya bagi perusahaan serta rencana mitigasi risiko.Pada level pengukuran resiko ditentukan secara subyektifitas asumsi yang dimilki organisasi terhadap level risiko.


Manfaat :
·         kita dapat mengoptimalkan firewall kita secara signifikan
·         dapat mengetahui ancaman apa saja yang akan terjadi pada firewall kita
·         kita merasa lebih aman karena firewall bekerja secara optimal

Keunggulan :
Metode merupakan metode sangat sederhana yang dirancang untuk memberikan ringkasan yang luas tentang resiko keamanan komputer dan sistem informasi. Metode ini memberikan panduan secara sistemik dan komprehensif dalam manajemen risiko keamanan informasi.


Kekurangan :
Metode ini lebih menekankan pengelolaan resiko berbasis ancaman (threat) dan kelemahan (vulnerability) terhadap aset-aset informasi organisasi meliputi perangkat keras, lunak, sistem, informasi dan manusia.






                                                                  DAFTAR PUSTAKA


No comments:

Post a Comment